Showing posts with label Perencanaan Keuangan Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Perencanaan Keuangan Keluarga. Show all posts

Tuesday, January 18, 2011

Cara Mencari "Bunga" Yang Lebih Indah

Sebelum menentukan ingin berinvestasi di deposito, simpan emas atau beli reksadana, atau berwirausaha, mari kita belajar menghitung mana sih yang memberikan return paling besar. Rumus yang digunakan adalah sbb:

Jumlah yang diperoleh sampai dengan waktu tertentu = Jumlah rupiah yang diinvestasikan x ((1+R)^n)
(Rumus ini merupakan rumus yang biasa kita lihat jika kita menabung di bank. Masukkan sejumlah uang hanya satu kali di awal nabung, setiap akhir bulan kita akan mendapatkan bunga. Di bulan berikutnya akan diperoleh bunga dari saldo bulan terakhir dan seterusnya)
Rumus di atas hanya berlaku jika kita memasukkan uang untuk di investasikan sekali saja. bukan rutin nabung tiap bulan. kalau untuk rutin berkali-kali, pakai rumus di note sebelumnya.

Mari kita mulai menghitung. Misal kita memiliki uang Rp 5.000.000,- 
Uang tersebut kita investasikan ke dalam beberapa skenario.
Skenario pertama,masukkan deposito
uang didepositokan dan di akhir tahun ke-5 saldo deposito menjadi Rp 6.691.000,-
Jadi, pengembalian yang diberikan bank untuk deposito adalah
6.691.000 = 5.000.000 x ((1+R)^5)
(1+R)^5 = 1,3382
Diperoleh angka R = 6% per tahun.

Skenario kedua, beli emas
Uang dibelikan emas dan di akhir tahun ke-5 harga emas tersebut menjadi Rp 10.962.000,-
Jadi, pengembalian yang diberikan dengan kita berinvestasi emas adalah
10.962.000 = 5.000.000 X ((1+R)^5)
(1+R)^5 = 2,1924
Diperoleh angka R = 17%

Nah, dari sini bisa deh kita membandingkan mana investasi yang memberikan R lebih besar setiap tahunnya.  17% > 6%. Mau hasil yang lebih tinggi? bersiaplah dengan segala resikonya (high return, high risk)
Semoga bermanfaat dan Selamat berinvestasi

Thursday, December 30, 2010

Mau Pensiun dan Dapat 2 Milliar?

Mau pensiun dini dalam waktu 20 tahun dari sekarang dan dapat 2 miliar. Cukup sisihkan uang tiap bulan rutin Rp 500.000, terus belikan emas, reksadana dan teman2nya.
Gimana caranya, ini rumus yang kita pegang:

 Jumlah Tabungan di umur pensiun = jumlah yang ditabung  X ((((1+r)^n)-1)/r)

(Rumus bisa dilihat jelas di Intermediate Accounting Kieso Chp 6 atau buku manajemen keuangan mengenai formula anuitas)
  • R adalah kenaikan investasi kita jika disimpan dalam instrument tersebut. contoh kalau biasanya tahapan di bank suka disebut bunga kira2 1% per tahun = 0,08%. Untuk emas kira-kira 17%/tahun = 1,42%/bulan; untuk reksadana kira-kira 23%/tahun= 1,92%; Untuk deposito kira-kira 5%/tahun = 0,42%/bulan.
  • N adalah jumlah berapa kali kita rutin nabung. Misal nabung selama setahun, jadi n adalah 12 kali nabung. Jadi kalau umur sekarang 30 tahun dan tabungan mau di ambil umur 50 tahun, n adalah 20x12=240 kali nabung.
Nah mari kita mulai menghitung. Misal Umur saya 30 tahun. Niat mau nabung tiap bulan Rp500.000, berapakah tabungan kita di umur 50 tahun? Uang tersebut setiap bulan saya belikan reksadana syariah yang return 1,92%/bulan.
Jumlah tabungan saya di umur 50 tahun adalah sbb:
Rp 500000  X  ((((1+1,92%)^240)-1)/1,92%) = Rp 2.458.613.569,-

Perlu diingat:
  1. Hasil yang diperoleh akan berbeda jika kita belikan emas, masukkan deposito atau setor ke tahapan karena return  atau "r" berbeda.
  2. Setiap instrumen memiliki resiko berbeda. Yang pasti ada 3 yang harus diingat:  high risk high return, jangan taruh semua telur kita di satu keranjang karena kalau pecah berabe dan untuk investasi pakai uang tidur alias uang nganggur alias uang sisa:)
Ayo siapa yang mau nanti pensiun dapat 2 miliar dengan nabung cuma Rp 500.000/bulan selama 20 tahun?
selamat berinvestasi
http://investasinovnov.blogspot.com

Tuesday, December 21, 2010

Perencanaan Keuangan Keluarga Kecil

Mau investasi bingung ngga ada uang yang digunakan buat nabung karena penghasilan pas-pas an, hanya cukup buat makan dan senang-senang. Kami menemukan cara yang baik menurut kami untuk mengelola penghasilan kecil dan pas2an sehingga cukup untuk berinvestasi.semoga bermanfaat.

Mencoba meniru hidup gaya Bapak Warren Buffet, Kami bertekad untuk tidak mau ngutang (kecuali kepepet) dan juga menghindari menggunakan kartu kredit ( lagi pula ngga ada juga bank yang bersedia menawarkan;P ). Itu artinya kami harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang serta memilah dengan baik mana kebutuhan dan mana keinginan. Kemudian menyesuaikan kebutuhan dengan penghasilan. 

Segala kebutuhan hidup (termasuk didalamnya porsi tabungan) diambil dari pendapatan suami. Cukup ngga cukup harus cukup deh. Kalo penghasilan si istri akan diapakan? Itu nanti dibahas. Semua gaji suami sampai koma2nya tersebut dimasukkan kedalam pos sebagai berikut:
-          Untuk keempat orang tua
-          biaya hidup (pilah antara kebutuhan dan keinginan)
-          Gaji suami (untuk suami terserah buat apa)
-          Gaji istri (untuk si istri terserah buat apa)
-          Nabung (masuk ke tabungan jangka menengah)
Wah, ada gaji suami dan istri?  Betul, gaji tersebut digunakan untuk kesenangan pribadi masing2. Misal istri mau belanja baju, sepatu,  suami ngga bisa protes. Suami mau beli gadget, istri ngga boleh ngomel. Gaji akan diberikan setiap bulan. Setiap hari minggu, akan ada pajak gaji sebesar jumlah tertentu untuk biaya pacaran lagi berdua setiap akhir pekan atau untuk keperluan mendadak. Tiap hari minggu, jika ada sisanya, uang pajak tersebut akan dimasukkan ke dalam  tabungan jangka menengah. Setelah saldo nol kembali, itu artinya waktunya membayar pajak lagi buat pacaran minggu depan dan kebutuhan mendadak mingguan.

Nah, itu tabungan jangka pendek. Itungannya mingguan. Ada tabungan jangka menengah, hitungannya bulanan.  Dananya diperoleh dari kelebihan dari tabungan jangka pendek dan alokasi yang diatas tadi. Kalau sudah sampai saldo tertentu, kelebihannya akan dimasukkan kedalam tabungan jangka panjang. Gampang ingetnya, kaya sistem terasering aja. Kalau udah meluber di kolam jangka pendek masukkan ke kolam jangka panjang. Tabungan ini digunakan untuk kebutuhan dadakan bulanan yang sedikit besar  seperti pemeliharaan motor, biaya rumah sakit, zakat, sedekah, dsb.

Sekarang kita ngomongin gajinya sang istri, semua gaji sang istri harus dialokasikan untuk tabungan jangka panjang.jadi selain luberan dari tabungan jangka menengah, kolam penghasilan jangka panjang ini diisi dari seluruh penghasilan sang istri. Tabungan jangka panjang ngga akan di utak-atik dan dianggap uang hilang. Biasanya tabungan ini digunakan untuk kebutuhan seperti beli rumah, naik haji, dsb. Nah di tabungan jangka panjang ini dana yang ada bisa kita investasikan ke dalam emas, deposito, saham, sukuk dan teman2nya.

Untuk proporsi, sesuaikan sendiri aja ya. Soalnya tergantung kebutuhan masing-masing. Yang penting harus disiplin dan saling mengingatkan. Jangan lupa bedakan antara kebutuhan dan keinginan.